Aksi Nyata - Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
Meningkat Pengembangan Literasi ( membaca dan menulis )
Di SDN Paya Demam Dua
Oleh
Nurasmawati, S.Pd
Calon Guru Penggerak Angkatan 3
Kab.Aceh Timur
Peristiwa (Fact)
Latar Belakang
Kemampuan tingkat Literasi peserta didik sangat rendah. Pada hal perkembangan dunia masa kini kemampuan literasi sangat dibutuhkan untuk mampu bersaing pada tingkat Nasional maupun Internasional. Untuk itu perlu adanya program program secara masif untuk meningkatkan literasi Peserta didik salah satu rencana kami adalah mengadakan Pengembangan Kemampuan Literasi di SDN Paya Demam Dua . Program ini akan di rancang dengan pendekatan BAGJA .Literasi merupakan kemampuan membaca dan menulis. Perkembangan literasi menjadi penting untuk diperhatikan, karena literasi merupakan kemampuan awal yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk menjalani kehidupan di masa depan.
Melalui pembiasaan literasi kepada murid akan memiliki dampak yang luar biasa untuk tumbuh dan berkembangnya kemampuan murid dalam berfikir kritis, berkebinekaan global, mandiri serta kreatif dalam berkarya.
Tujuan
Adapun tujuan dari rancangan aksi nyata ini yaitu sebagai berikut.
• Menciptakan dan mengembangkan budi pekerti yang baik.
• Menciptakan budaya membaca di sekolah.
• Meningkatkan pengetahuan dengan membaca berbagai macam informasi bermanfaat.
• Meningkatkan kepahaman Peserta didik terhadap suatu bacaan.
• Membuat Peserta didik bisa berpikir kritis.
• Memperkuat nilai kepribadian.
Deskripsi Aksi Nyata
Aksi nyata yang dilakukan adalah"Meningkatkan Minat, wawasan, dan mengubah pola pikir murid melalui program literasi" sebagai bentuk implementasi aksi nyata modul 3.3 Pengelolaan Program yang berdampak pada murid. Salah satu pendekatan berbasis kekuatan yaitu Inkuiri Apresiatif dengan tahapan BAGJA supaya dapat menemukan data yang valid. Adapun langkah-langkah atau tahapan BAGJA atau 5D sebagai berikut
Tahapan BAGJA
Hasil Tahapan
B-uat Pertanyaan
Buatlah pertanyaan untuk mengarahkan kita kepada penelusuran hal-hal yang akan kita lakukan
Bagaimana meningkatkan minat baca, wawasan dan mengubah pola pikir peserta didik?
A-mbil Pelajaran
Aktivitas apa saja yang menarik minat peserta didik untuk berkembangnya Literasi di sekolak selama ini?
G-ali Mimpi
Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik bahasan:
Seperti apa bentuk kegiatan Literasi yang menyenangkan sekaligus menguatkan relasi antara peserta didik di kelas?
Semua komponen sekolah mendukung dan memfasilitasi tumbuhkembangkan budaya literasi
J-abarkan Rencana
Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik bahasan:
Perubahan apa saja yang diharapkan setelah peserta didik mengembangkan budaya literasi
Kebijakan sekolah seperti apa yang sudah ada (maupun yang belum ada) dapat menguatkan program ini?
Peserta didik membaca 15 menit setiap hari sebelum pelajaran dimulai
Siswa menceritakan kembali kepada teman sebangku apa yang dibacanya
Guru mengawasi dan membimbing murid dalam melakukan kegiatan literasi
Guru mengubah teknik literasi bila masih ada murid yang belum memahami apa yang dibacanya
A-tur Eksekusi
Menentukan tim inti program:
Siapa penanggung jawab pelaksanaan program?
Siapa yang melaksanakan program ini?
Kapan program ini dilaksanakan?
Bagaimana cara komunikasi/koordinasi yang dilakukan tim (melalui pertemuan (diskusi), rapat mingguan/bulanan dll) untuk
memberi kabar satu sama lain
tentang jalannya program?
Penanggung jawab kegiatan: Kepala Sekolah
Pelaksana: seluruh warga sekolah SDN PAYA DEMAM DUA
Direncanakan mulai bulan ini
Pelaporan kepada penanggung jawab secara rutin sebagai alat kontrol terhadap keberhasilan program dan sebulan sekali dilakukan evaluasi yang berkelanjutan
Hasil Aksi Nyata
Gambaran Umum Program
Program Literasi adalah bentuk program dalam mewujudkan karakter profil pelajar Pancasila (berkebinekaan global, berfikir kritis, mandiri dan kreatif) dan meningkatkan minat, wawasan dan mengubah pola pikir murid dan juga menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah
Waktu Pelaksanaan Program
Setiap kegiatan sekolah antara jam 8.00 -- 08.15 WIB (saat jam Masuk pagi)
Strategi Pelaksanaan Program
Program ini dijalankan bukan hanya oleh murid tetapisemua warga sekolah dengan peran guru sebagai posisi control dalam pelaksanaan program
FaktorPendukung dan Penghambat Program
Faktor Pendukung pelaksanaan program adalah kolaborasi dengan semua warga sekolah dalam mendukung keterlaksananya program sesuai dengan tujuan. Sedangkan Faktor Penghambat program berupa kesadaran diri dan tanggung jawab.
Semua pihak sekolah berkolaborasi dengan baik dengan menjalankan peran masing-masing dalam program literasi demi tercapainya tujuan program
Perasaan (Feeling)
Perasaan saya saat menjalankan aksi nyata adalah senang karena saya mengaktifkan kembali kegiatan literasi di sekolah yang telah lama vakum. Begitu juga dengan minat, membaca dan menulis murid sudah mulai berkembang. Tetapi perasaan lain yang sering muncul adalah kekhawatiran akan berbagai reseko yang akan dialami ke depannya karena kondisi Saran dan Prasara yang masih kurang saat ini sehingga hal tersebut akan mengganggu progres tujuan dari program tersebut.
Pembelajaran (Finding)
Pembelajaran yang diperoleh dari aksi nyata adalah murid memerlukan dukungan untuk meningkatkan minat, wawasan dan perubahan pola pikir mereka karena kondisi saat ini merupakan dampak negatif dari gadget sehingga minat baca mereka rendah.
Begitupun dengan dukungan sekolah dan peran guru serta orang tua sangat penting sekali untuk menumbuhkan motivasi instrinsik literasi pada murid.
Penerapan Ke Depan (Future)
Program Literasi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar bukan hanya pada lingkungan sekolah tetapi juga di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar sehingga budaya literasi sekolah bisa terwujud dan mampu melahirkan generasi yang memiliki keterampilan abad 21.
REFLEKSI DAN EVALUASI
REFLEKSI
Diperlukan komunikasi dengan orang tua siswa terkait program Literasi
Berkolaborasi dengan orang tua siswa untuk memantau anak-anak dalam membiasakan kegiatan Literasi di rumah
Melakukan coaching pada siswa yang kurang minat membaca
EVALUASI.
Melakukan coaching kepada siswa yang kurang minat baca atau literasinya dikategorikan rendah karena bermain gadget
Mendampingi murid dalam menjalankan posisi kontrol guru supaya program ini dapat berjalan dengan baik dan maksimal
Mengarahkan orang tua murid memantau anak-anaknya dalam membiasakan berliterasi
Dokumentasi
Menyusun Program Dengan Kepala Sekolah



Comments
Post a Comment